Powered by Blogger.

TRAVELLINESIA

TRAVELLINESIA

TRANSLATE

BACA JUGA

Showing posts with label OBJEK WISATA. Show all posts
Showing posts with label OBJEK WISATA. Show all posts

Memandang Kota Bandung Dari Bukit Moko


Mungkin belum banyak orang yang mengetahui keberadaan Bukit Moko. Walau jarang diketahui warga Jakarta, Bukit Moko sebenarnya adalah tempat terbaik untuk bersantai sambil menikmati pemandangan pegunungan di Bandung. Tempat wisata alam yang disebut-sebut sebagai tempat tertinggi di Bandung ini selalu ramai dikunjungi warga Bandung dan sekitarnya setiap akhir pekan.

Di tempat ini, terdapat sebuah warung yang cukup terkenal dengan sebutan Warung Daweung. Warung ini bukan sembarang warung karena menawarkan pemandangan Kota Bandung dari atas, dilengkapi dengan udara sejuk dan minuman hangat sehingga dengan cepat menjadi lokasi favorit warga Bandung untuk bersantai.


Untuk dapat mencapai Bukit Moko yang berlokasi di Desa Cimenyan, Anda harus menggunakan kendaraan pribadi karena tidak ada kendaraan umum yang melintas di daerah ini. Selain itu, Anda juga harus berhati-hati berkendara di jalur ini terutama pada saat hujan, karena jalan yang akan Anda lalui terjal dan berkelok-kelok.

Mata Air Panas dan Air Terjun Maribaya


Maribaya yang berlokasi di Lembang, kurang lebih sekitar 22 km dari pusat Kota Bandung, adalah sebuah tempat wisata alam yang terkenal dengan sumber mata air panas belerang, seperti di Tirta Sanita Ciseeng, sumber mata air panas belerang di tempat wisata ini juga dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan juga dapat membuat kulit menjadi mulus.
Selain terkenal dengan mata air panasnya, Maribaya juga disukai karena menawarkan wisata alam lain berupa air terjun dan taman. Salah satu kegiatan wisata favorit di Maribaya selain berendam air panas alami adalah trekking.

Sungai Musi dan Objek Wisatanya

Sungai Musi
Sungai Musi
Sungai Musi merupakan sungai yang paling di Pulau Sumatera. Sejak dulu Sungai Musi sudah menjadi urat nadi dari perekonomian yang ada di Kota Palembang dan Sumatera Selatan. Pada sepanjang tepi Sungai Musi ini terdapat banyak sekali objek pariwisata, seperti Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, Pulau Kemaro, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Pasar 16 Ilir, Rumah Rakit, Jembatan Musi II, kilang minyak Pertamina, Pantai Bagus Kuning, pabrik pupuk PUSRI, Masjid Al Munawar, dan lain sebagainya.

Jembatan Ampera, Ikon Kota Palembang

Jembatan Ampera
Jembatan Ampera
Jembatan Ampera merupakan jembatan yang megah dengan panjang sekitar 1.177 meter yang dibangun di atas Sungai Musi dan menjadi penghubung daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Jembata Ampera juga merupakan salah satu ikon dari Kota Palembang. Jembatan ini pertama kalinya dibangun pada tahun 1962 dengan menggunakan harta rampasan dari Jepang serta menggunakan tenaga ahli dari Jepang.

Menara Siger, Penanda Titik Nol Sumatera


Tiba di Provinsi Lampung rasanya kurang lengkap bila Anda tidak menyambangi Menara Siger. Dari menara ini akan tampak Pelabuhan Bakauheni, keramaian penumpang dan kendaraan serta birunya Selat Sunda dan kapal-kapal yang melintas. Amboi, indah nian! 
Dibangunnya Menara Siger tak hanya sebuah identitas belaka. Tapi lebih dari itu. Kalau New York punya Patung Liberty, Paris memiliki Menara Eiffel dan Kuala Lumpur populer dengan Twin Tower. Kemudian Jakarta identik dengan Tugu Monas. Lalu Palembang membanggakan Jembatan Ampera. Nah, Lampung mempunyai ikon Menara Siger. 
Menara Siger, diresmikan tanggal 30 April 2008 oleh Gubernur Lampung Sjachroedin ZPDengan telah dibangunnya Menara Siger, akan mendorong kemajuan Lampung. Peresmian menara, ditandai dengan penekanan sirine, penandatanganan prasasti serta penglepasan merpati bersama belasan duta besar. Mereka terdiri dari 12 duta besar negara sahabat. 
Prosesi peresmian menara yang menjadi titik nol Pulau Sumatera itu dimulai dengan istigasah kubra yang melibatkan masyarakat Lampung Selatan. Istigasah juga diikuti keluarga Keraton Cirebon dan warga Kampung Cikoneng, Banten. Mereka memang sengaja di undang. Malamnya, acara dilanjutkan hiburan rakyat menampilkan film layar tancap dan pergelaran wayang kulit oleh dalang kondang Ki Mantep Sudarsono dari Jawa Tengah.
Dari awal diyakini, Menara Siger akan mendongkrak pendapatan asli daerah hingga 15 persen. Angka itu berdasarkan perkiraan, jumlah kendaraan 3.500 unit per hari dan 15 juta orang per tahun yang melintasi Pelabuhan Bakauheni. Dengan asumsi, 15 persen saja singgah ke Menara Siger, maka setiap tahun akan menghasilkan pendapatan Rp12,5 miliar. 
Menara Siger dibangun di atas bukit sebelah barat Pelabuhan Bakauheni. Menara ini dibangun di Bukit Gamping, Bakauheni, Lampung Selatan. Bangunan dilengkapi dengan sarana informasi mengenai peta wisata seluruh kabupaten dan kota se-Lampung. Menara Siger bukan monumen masa lalu, tetapi bangunan masa depan yang akan jadi fenomena masyarakat Lampung. 
Posisi strategis Pelabuhan Bakauheni sebagai pintu gerbang Sumatera, diibaratkan sebagai mulut naga yang memuntahkan kurang lebih 80 ribu ton hasil-hasil pertanian dari daerah Lampung per hari. Dengan penggunaan teknik ferrocement, Menara Siger dijamin mampu menahan terpaan angin kencang. Bangunan ini merupakan karya putra daerah asli Lampung, Ir. Hi. Anshori Djausal M.T. Dia arsitek yang ditunjuk untuk membangunnya. 
Teknik ferrocement  merupakan pengembangan tim arsitek menara, dengan menggunakan jaring kawat menyerupai jaring laba-laba. Pengerjaan lambang Siger dan beberapa ornamen, diarahkan untuk tidak menggunakan cor-coran, namun bagian per bagian dengan tangan. Dengan metode ini, diprediksi setiap inci bangunan tahan guncangan dan terpaan angin laut. 
Menara Siger, kebanggaan masyarakat Lampung tersebut memang berada di atas bukit, dengan ketinggian 110 meter di atas permukaan laut. Pembangunan menara yang diawali sejak tahun 2005 itu adalah sebuah simbol. Ia bukan hanya menjadi ikon pariwisata, tetapi dapat menjadi ikon dalam segala hal; keagamaan, seni dan budaya serta pendidikan. 
Menara Siger dapat memancing pengembangan kawasan pintu gerbang Pulau Sumatera. Pasca diresmikan akan masuk investasi Rp100 miliar hingga Rp200 miliar. Hal ini merupakan sebuah potensi bagi promosi kepariwisataan dan potensi ekonomi. Dengan demikian, Menara Siger ibarat gadis cantik yang akan memancing setiap orang untuk melamarnya. Maksudnya, Menara Siger akan menumbuhkan daya tarik dan magnet bagi setiap orang, termasuk daya tarik investasi. 
Secara fisik, membangun Menara Siger memperhatikan ciri khas Lampung. Dalam perencanaannya Pemrov Lampung koordinasikan dengan arsiteknya. Di sekitar tugu dibangun ruang-ruang yang menampilkan budaya Lampung serta sarana-prasarana pariwisata. Sebagai tugu di ujung Pulau Sumatera, Menara Siger dilengkapi dengan tulisan penanda Titik Nol Pulau Sumatera. Menara Siger dengan warna emas itu juga dilengkapi ruangan tempat wisatawan melihat Pelabuhan Bakauheni. Lengkap dengan keindahan panorama laut dan alam sekitarnya. 
Menara Siger dibangun di tanah milik PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bakauheni. Menara sepanjang 50 meter itu berada di atas bukit di sisi barat pelabuhan. Disadari kala itu Lampung belum memiliki ikon. Tidak seperti Padang yang dikenal dengan Jam Gadang, Palembang dengan Jembatan Ampera serta Jakarta dengan Monasnya. Daya tarik Menara Siger makin kuat jika dikaitkan dengan rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Jawa. Menara itu bisa juga menjadi tempat belajar anak-anak. Sebab, dari sana dapat terlihat aktivitas pelabuhan, termasuk keluar-masuk kapal dan lainnya.
Tadinya mantan Gubernur Lampung Sjachroedin menggagas membuat Menara Siger sekitar tahun 1995. Dia yang saat itu masih aktif di kepolisian, mempunyai pemikiran untuk membuat land mark atau penanda telah berada di Lampung. Seperti di Sabang yang ada Tugu Nol Kilometer Indonesia atau Pontianak yang memiliki Tugu Khatulistiwa.
Saat itu, desainernya Anshori mengajukan desain kepadanya dengan biaya sekitar Rp40 miliar. Usulan itu tidak bisa dilaksanakan. Baru terlaksana pada masa ia menjabat gubernur. Dia menggunakan model Siger bukan sebagai lambang adat, melainkan sebagai emblem warga Lampung secara keseluruhan. Pendesainannya sempat berubah tujuh kali untuk mengakomodasi pemikiran Sjachroedin.
 Siger adalah topi adat pengantin wanita Lampung. Menara Siger berupa bangunan berbentuk mahkota terdiri dari sembilan rangkaian yang melambangkan sembilan macam marga dan suku di Lampung. Menara Siger berwarna kuning dan merah, mewakili warna emas dari topi adat pengantin wanita. Bangunan ini juga berhiaskan ukiran corak kain tapis khas Lampung. 
 Bangunannya dilengkapi dengan data asta gatra, yaitu trigatra mencakup letak geografis, demografis dan kekayaan sumber daya alam (SDA). Berikutnya, panca gatra, yaitu berisi ideologi dan Hankam. Dengan demikian, para turis tidak perlu banyak bertanya. 
Payung tiga warna, yaitu putih, kuning dan merah menandai puncak menara. Payung ini sebagai simbol tatanan sosial. Dalam bangunan utama Menara Siger Prasasti Kayu Ara sebagai simbol pohon kehidupan. Menara Siger tidak hanya berbentuk sebuah fisik bangunan, tetapi mencerminkan budaya masyarakat dan identitas masyarakat Lampung sesuai dengan filosofi berpikir dan bertindak sesuai visi dan misi mewujudkan Lampung yang unggul dan berdaya saing.
 Pengembangkan kawasan itu, tidak hanya untuk kegiatan daerah dan nasional tetapi juga internasional. Kita telah memiliki ikon daerah. Pengelola kawasan juga telah dibentuk. Sehingga dengan adanya pengelola akan lebih efektif untuk melakukan kegiatan dan menjalankan program-program yang ada.
Momen yang bisa dijual dari kawasan ini, saat pagi menunggu matahari terbit. Diupayakan ketika itu setiap kendaraan yang tiba di Pelabuhan Bakauheni pagi hari, bisa singgah ke lokasi itu. Selain untuk shalat subuh, juga bisa sarapan pagi dengan makanan murah dan sehat. Objek yang akan ditawarkan, menyongsong matahari terbit dari Menara Siger. Sebab kalau siang hari, kalau tidak sedang mendung suhu udara termasuk panas di sana.
Pemilihan Bakauheni sebagai lokasi, karena saya anggap kawasan ini merupakan satu-satunya pintu keluar masuk Sumatera. Setiap orang yang akan datang atau pergi dari Sumatera pasti melintasi daerah ini. Dengan dibangun di kawasan tinggi, Menara Siger menjadi pemandangan otomatis siapapun. Bahkan dari tengah Selat Sunda nan luas bangunan ini akan kelihatan. Orang akan segera tahu bahwa dia akan segera memasuki wilayah Lampung.
Menara Siger memang menjadi sebuah fitur geografis yang digunakan penjelajah untuk menemukan jalan pulang menuju Lampung. Kawasan Lampung segera dapat dengan mudah dikenali dari ketinggian langit atau kemahaluasan laut melalui menara. Ditengah Selat Sunda nan luas, kita dapat menyaksikan Menara Siger. Dari atas laut yang begitu tenang, dengan sapuan ombak sangat lembut atau ombak tinggi sekalipun, menara tampak kemilau diterpa cahaya mentari.
 Makin mendekati pelabuhan Bakauheni, semakin jelas keberadaannya. Begitu anggun dan gagah. Menara Siger itu menyadarkan kita bahwa tempat tersebut adalah Lampung. Sesuatu yang sangat sulit ditebak ketika kita menatap, khususnya dari arah Selat Sunda, gugusan kepulauan yang membentang dikaki Bukit Barisan dan dipinggir Provinsi Banten.
Secara luas, Menara Siger tak sekedar menjadi sebuah monumen atau menjadi semacam trade mark, seperti orang mengenang Paris dengan Menara Eiffel-nya, Amerika dengan Patung Liberty-nya dan sebagainya. Menara Siger menjadi semacam lebih dari sekedar identitas. Pada Menara Siger tak saja ditemukan sebuah eksistensi, juga hal-hal yang sangat mungkin melahirkan multiplier effect di berbagai bidang.
 Secara teoritis digambarkan, keberadaan Menara Siger dikawasan strategis semacam Bakauheni yang diperkaya berbagai fasilitas, tidak saja menjadi sebuah penanda, juga momen pemicu. Ia menjadi magnet atas berbagai pergerakan, khususnya perekonomian dan pariwisata, seperti harga tanah yang meroket, hasil bumi mendapat tempat dan berbagai transaksi dilahirkan.
 Menara Siger memberi banyak perspektif. Ia menjadi media mempertegas jati diri, bukan hanya bagi daerah Lampung dan penduduk asli Lampung, juga masyarakat pendatang. Ruang-ruang yang menampilkan berbagai khazanah budaya Lampung, dan sarana prasarana pariwisata yang dibangun dikawasan sekitar menara menegaskan hal itu.
 Secara kultural, Lampung yang sangat heterogen memang sangat potensial melahirkan kultur beragam serta pengaruh luar yang sangat dominan. Sangat mungkin secara perlahan-lahan mengikis jati diri Lampung. Membangun Menara Siger, secara filosofi adalah upaya menemukan dan menjaga jati diri tersebut. Menara Siger tampil sebagai wilayah khas, yang hidup dalam karakter budaya lokal, sebagaimana layaknya berbagai daerah di tanah air.

Objek Wisata Alam di Bandung yang Wajib Dikunjungi


Sudah tidak aneh lagi bila kota Bandung dipenuhi oleh kendaraan bernomor polisi Jakarta pada akhir pekan. Kota berudara sejuk ini telah menjadi tempat tujuan wisata akhir pekan favorit bagi warga Jakarta, Bogor, dan sekitarnya. Karena lokasinya yang berada di daerah pegunungan, Bandung memiliki berbagai tempat wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Apa saja tempat wisata alam di Bandung yang wajib dikunjungi?

1. Kawah Putih Ciwidey

Kawah Putih Ciwidey 300x225 5 Tempat Wisata Alam di Bandung yang Wajib Dikunjungi
Kawah Putih Ciwidey
Kawah Putih terletak di Ciwidey, sebuah daerah di sebelah selatan Bandung. Berjarak sekitar 50 KM dari pusat kota Bandung, Kawah Putih dapat dicapai dengan mudah karena sudah ada jalan yang memadai untuk pengendara kendaraan pribadi, serta tersedia juga kendaraan umum bagi mereka yang tidak membawa kendaraan pribadi.
Kawah Putih menawarkan sebuah pengalaman menikmati tempat wisata alam di Bandung yang tiada duanya. Dengan udara yang dingin dilengkapi dengan pemandangan kawah bertanah putih, Kawah Putih Ciwidey tidak akan mengecewakan pengunjungnya. Selain itu, warna air yang ada di Kawah Putih juga dapat berubah-ubah seiring dengan perubahan cuaca dan suhu. Suasana unik juga dapat tercipta dari ketebalan kabut yang berubah-ubah setiap beberapa menit.

2. Gunung Tangkuban Perahu

Tangkuban Perahu 300x224 5 Tempat Wisata Alam di Bandung yang Wajib Dikunjungi
Tangkuban Perahu
Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu tempat wisata di Bandung yang paling ramai pengunjung. Alasan dibalik ramainya tempat wisata alam ini adalah karena keindahan yang ditawarkannya, serta kemudahan untuk mencapai lokasi. Berlokasi hanya sekitar 20 KM di sebelah utara Bandung, Tangkuban Perahu adalah salah satu penyebab kemacetan di Lembang.
Gunung Tangkuban Perahu juga mempunyai sebuah legenda menarik yang menceritakan tentang seorang pemuda bernama Sangkuriang yang berusaha menikah dengan ibu kandungnya sendiri. Mengetahui bahwa Sangkuriang adalah anaknya sendiri, sang ibu yang bernama Dayang Sumbi segera membuat syarat yang berat untuk menikah. Syarat yang dimaksud adalah bahwa Sangkuriang harus membuat sebuah danau dan perahu dalam 1 malam.
Singkat cerita, Sangkuriang gagal menyelesaikan danau dan perahu yang diinginkan sehingga ia menjadi murka dan menendang perahu yang telah dibuatnya. Perahu tersebut kemudian jatuh terbalik dan menjadi Gunung Tangkuban Perahu. Bila dilihat dari jauh, Anda akan menyadari bahwa bentuk Gunung Tangkuban Perahu benar-benar serupa dengan bentuk perahu yang terbalik.

3. Situ Patenggang

Situ Patenggang 300x225 5 Tempat Wisata Alam di Bandung yang Wajib Dikunjungi
Situ Patenggang
Situ Patenggang adalah salah satutempat wisata alam di Bandung yang terkenal, terutama bagi para pecinta danau. Asal nama danau Situ Patenggang adalah dari bahasa Sunda yang berarti ‘saling mencari’. Kata ‘saling mencari’ ini bukanlah kata sembarangan karena ada sebuah cerita yang mengatakan bahwa dulunya ada sepasang kekasih yang terpisah. Mereka saling mencari sampai akhirnya bertemu di tempat ini.
Menariknya, di Situ Patenggang terdapat sebuah pulau dengan bentuk hati. Pulau ini dinamakan sebagai Pulau Asmara, atau sering disebut juga dengan nama Pulau Sasaka. Selain itu, di danau ini juga terdapat sebuah batu yang disebut sebagai batu cinta.
Danau Situ Patenggang berlokasi di sebelah selatan Bandung, tidak jauh dari tempat wisata alam lainnya di Bandung, yaitu Kawah Putih Ciwidey. Karena lokasinya yang berdekatan, biasanya pengunjung akan mengunjungi kedua tempat wisata alam ini sekaligus dalam 1 hari.

4. Bukit Moko

Bukit Moko 300x152 5 Tempat Wisata Alam di Bandung yang Wajib Dikunjungi
Bukit Moko
Mungkin belum banyak orang yang mengetahui keberadaan Bukit Moko. Walau jarang diketahui warga Jakarta, Bukit Moko sebenarnya adalah tempat terbaik untuk bersantai sambil menikmati pemandangan pegunungan di Bandung. Tempat wisata alam yang disebut-sebut sebagai tempat tertinggi di Bandung ini selalu ramai dikunjungi warga Bandung dan sekitarnya setiap akhir pekan.
Di tempat ini, terdapat sebuah warung yang cukup terkenal dengan sebutan Warung Daweung. Warung ini bukan sembarang warung karena menawarkan pemandangan kota Bandung dari atas, dilengkapi dengan udara sejuk dan minuman hangat sehingga dengan cepat menjadi lokasi favorit warga Bandung untuk bersantai.
Untuk dapat mencapai Bukit Moko yang berlokasi di Desa Cimenyan, Anda harus menggunakan kendaraan pribadi karena tidak ada kendaraan umum yang melintas di daerah ini. Selain itu, Anda juga harus berhati-hati berkendara di jalur ini terutama pada saat hujan, karena jalan yang akan Anda lalui terjal dan berkelok-kelok.

5. Maribaya

Maribaya Bandung 300x201 5 Tempat Wisata Alam di Bandung yang Wajib Dikunjungi
Maribaya Bandung
Maribaya yang berlokasi di Lembang, kurang lebih sekitar 22 KM dari pusat kota Bandung, adalah sebuah tempat wisata alam yang terkenal dengan sumber mata air panas belerang. Seperti di Tirta Sanita Ciseeng, sumber mata air panas belerang di tempat wisata ini juga dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan juga dapat membuat kulit menjadi mulus.
Selain terkenal dengan mata air panasnya, Maribaya juga disukai karena menawarkan wisata alam lain berupa air terjun dan taman. Salah satu kegiatan wisata favorit di Maribaya selain berendam air panas alami adalah trekking.

Objek Wisata di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi


Jawa Timur merupakan sebuah provinsi di ujung timur Pulau Jawa dengan ibukota Surabaya. Provinsi Jawa Timur mempunyai luas lahan yang lebih besar dari pada provinsi lain yang ada di Pulau Jawa. Apa saja tempat wisata di Jawa Timur yang wajib dikunjungi?

1. Gunung Bromo

Gunung Bromo 300x168 10 Tempat Wisata di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi
Gunung Bromo
Gunung Bromo adalah tempat wisata di Jawa Timur yang paling terkenal dan paling ramai dikunjungi. Pengunjungnya tidak hanya dari daerah Jawa Timur saja, melainkan juga dari daerah lain yang cukup jauh, misalnya Jakarta dan sekitarnya. Gunung Bromo merupakan gunung berapi aktif yang berlokasi di 4 wilayah, yaitu Kabupaten Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang. Kegiatan yang paling diminati di Gunung Bromo adalah melihat matahari terbit, mendaki gunung, berkuda, dan berjalan melewati padang pasir Gunung Bromo.

2. Jawa Timur Park (Jatim Park)

Jatim Park 300x225 10 Tempat Wisata di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi
Jatim Park
Jatim Park yang berlokasi di Kota Baru, Jawa Timur merupakan sebuah taman rekreasi dan belajar yang sangat besar dan lengkap. Terletak sekitar 20 KM dari kota Malang, Jatim Park memiliki lebih dari 36 wahana permainan yang berbeda dan telah menjadi ikon wisata Jawa Timur. Jatim Park juga pernah mendapatkan penghargaan juara pertama wisata buatan nasional oleh menteri pariwisata sehingga tidak diragukan lagi, Jatim Park adalah salah satu tempat wisata di Jawa Timur yang wajib dikunjungi.

3. Pantai Balekambang

Pantai Balekambang 300x200 10 Tempat Wisata di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi
Pantai Balekambang
Berada di sisi selatan provinsi Jawa Timur, Pantai Balekambang adalah salah satu tempat wisata di Jawa Timur yang terkenal dengan keindahan pantai, dan pura yang berada di atas sebuah pulau karang di pinggir Pantai Balekambang. Pantai Balekambang berlokasi hanya sekitar 45 KM di selatan kota Malang, sehingga Pantai Balekambang saat ini sudah menjadi tempat wisata favorit bagi warga kota Malang dan sektiarnya. Karakteristik Pantai Balekambang adalah mempunyai ombak yang besar dan arus yang kuat. Apabila anda pernah pergi berwisata ke Tanah Lot, Bali, Pantai Balekambang akan mengingatkan anda pada tempat wisata di Bali tersebut karena kemiripan suasananya. Sayangnya, saat ini jalanan menuju Pantai Balekambang banyak yang rusak sehingga akan sedikit mengurangi kenyamanan anda pada saat menuju Pantai Balekambang.

4. Telaga Sarangan

Telaga Sarangan 279x300 10 Tempat Wisata di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi
Telaga Sarangan
Telaga Sarangan adalah sebuah danau alami yang berlokasi di kaki Gunung Lawu, Jawa Timur. Danau yang memiliki luas sekitar 30 hektar dan kedalaman sekitar 28 meter ini berlokasi sekitar 16 KM dari kota Magetan. Fasilitas di sekitar Telaga Sarangan sangat lengkap, terdapat banyak penginapan, rumah makan, pasar wisata belanja, area bermain anak-anak, taman, tempat ibadah, dan lain-lain. Kegiatan favorit di Telaga Sarangan adalah berkuda, bermain perahu air, dan memancing.

5. Pantai Pasir Putih Situbondo

Pantai Pasir Putih Situbondo 300x204 10 Tempat Wisata di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi
Pantai Pasir Putih Situbondo
Pantai Pasir Putih Situbondo adalah salah satu tempat wisata di Jawa Timur yang paling populer. Berlokasi di Kabupaten Situbondo, perjalanan menuju Pantai Pasir Putih Situbondo akan memakan waktu sekitar 4 jam dari kota Surabaya. Sesuai dengan namanya, Pantai Pasir Putih Situbondo terkenal dengan pasir putihnya yang indah, dan hamparan hutan yang berada di tepi pantai.

6. Pantai Kondang Iwak

Pantai Kondang Iwak 300x228 10 Tempat Wisata di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi
Pantai Kondang Iwak
Pantai Kondang Iwak yang berlokasi di Desa Tulungrejo, sekitar 65 KM dai kota Malang merupakan sebuah pantai yang kurang begitu terkenal namun cukup menarik untuk dikunjungi. Suasana pantai yang tenang dan sepi, dilengkapi dengan ombaknya yang cukup besar menjadi daya tarik utama Pantai Kondang Iwak. Di pantai ini juga dapat dijumpai masyarakat sekitar yang sedang memancing ikan.

7. Air Terjun Coban Rondo

Air Terjun Coban Rondo 225x300 10 Tempat Wisata di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi
Air Terjun Coban Rondo
Air Terjun Coban Rondo yang terletak di Kecamatan Pujon adalah sebuah air terjun yang mempunyai ketinggian sektiar 84 meter dan berada 1135 meter di atas permukaan laut. Air Terjun Coban Rondo hanya berjarak sekitar 25 KM dari kota Malang sehingga tempat wisata ini merupakan salah satu tempat wisata alam yang paling populer bagi warga Malang dan sekitanya. Harga tiket masuk Air Terjun Coban Rondo adalah 10,000 Rupiah per orang.

8. Pemandian Air Panas Cangar

Pemandian Air Panas Cangar 300x225 10 Tempat Wisata di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi
Pemandian Air Panas Cangar
Pemandian Air Panas Cangar berlokasi sekitar 20 KM dari kota Batu. Fasilitas yang ada di Pemandian Air Panas Cangar tidaklah mewah, melainkan sederhana namun dapat memenuhi kebutuhan kita dalam menikmati air panas yang berasal dari perut bumi ini. Pemandian Air Panas Cangar mempunyai beberapa jenis kolam yang berbeda, yaitu kolam besar, kolam kecil, kolam tertutup khusus wanita, dan kolam dalam kamar. Bagi pecinta wisata kuliner, jangan lupa mencoba makanan khas daerah ini, yaitu tape beras ketan hitam.

9. Goa Maharani Lamongan

Goa Maharani Lamongan 300x174 10 Tempat Wisata di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi
Goa Maharani Lamongan
Goa Maharani Lamongan yang berlokasi di Kecamatan Paciran adalah sebuah goa berukuran sekitar 2,500 meter persegi yang pertama kali ditemukan oleh penggali tanah. Goa Maharani Lamongan menawarkan wisata keindahan bawah tanah yang dipenuhi oleh stalaktit, stalakmit, dan batu-batuan unik.

10. Pantai Sendang Biru dan Pulau Sempu

Pantai Sendang Biru 300x225 10 Tempat Wisata di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi
Pantai Sendang Biru
Pantai Sendang Biru adalah pantai yang berada 30 KM di selatan kota Malang. Pantai Sendang Biru merupakan sebuah pantai indah dengan ombak yang tidak terlalu besar dan arus yang lebih tenang dari pantau lain di pesisir selatan Pulau Jawa. Ombak dan arus yang tidak besar ini dikarenakan terdapat sebuah pulau di dekat pantai ini, yaitu Pulau Sempu. Anda dapat menjelajah Pulau Sempu dengan cara menyeberang menggunakan perahu nelayan dari Pantai Sendang Biru.
Pulau Sempu 300x225 10 Tempat Wisata di Jawa Timur yang Wajib Dikunjungi
Pulau Sempu

 
Copyright © 2014 Travellinesia All Rights Reserved